Tag: Italia

Bek Andalan Milan Asal Italia Bisa Tetap Absen di Liga Europa

Bek Andalan Milan Asal Italia Bisa Tetap Absen di Liga Europa

Gilabola.com – Bek andalan AC Milan asal Italia, Davide Calabria kabarnya masih tetap bakal absen membela klubnya pada laga Liga Europa tengah pekan nanti saat menghadapi Red Star Belgrade.

Meskipun sudah absen membela AC Milan saat timnya harus menelan kekalahan lawan Spezia pada laga Serie A akhir pekan kemarin, Davide Calabria kabarnya masih tidak bisa membela timnya lagi tengah pekan nanti. Sang pemain disebut tidak akan bisa memperkuat skuad asuhan Stefano Pioli saat mereka menjalani leg pertama di Liga Europa menghadapi Red Star Belgrade.

Calabria sendiri sebenarnya harus absen membela Milan melawan Spezia karena faktor akumulasi kartu yang diterimanya. Jadi secara teknis dia akan bisa membela timnya di luar laga tersebut, termasuk saat menghadapi Red Star.

Namun, menurut pemberitaan dari Tuttosport dan juga Football Italia, sang pemain sendiri ternyata beberapa hari terakhir juga sedang mengalami kendala fisik. Memang kondisinya tidak terlalu serius, tetapi Pioli bisa saja kembali mengistirahatkan sang pemain mengingat akhir pekan nanti Milan harus menghadapi Inter Milan di lanjutan Serie A.

Berita Terkini:
Tampil Cemerlang, Bintang Lini Belakang Spezia Jadi Incaran Napoli dan Atalanta
Bek Andalan Milan Asal Italia Bisa Tetap Absen di Liga Europa
Madrid Bisa Hadapi Atalanta Tanpa Bek Kanan Andalannya
Napoli Kehilangan Bintangnya Asal Meksiko Hingga Satu Bulan

Tidak ingin berspekulasi dengan kondisi dari Calabria yang musim ini menjadi andalan utama Milan di sektor bek kanan, sang pemain memang sangat mungking bakal absen lagi pada tengah pekan nanti. Pemain timnas Italia itu sebenarnya juga tidak terlalu akrab dengan Liga Europa musim ini, karena barus sekali tampil pada babak penyisihan grup dari kompetisi tersebut.

Bek kanan hasil didikan akademi Milan itu lebih sering menjadi pilihan pertama di Serie A, sementara saat berlaga pada Liga Europa skuad Merah Hitam lebih sering memainkan Diogo Dalot. Permasalahannya, penampilan Dalot saat menghadapi Spezia mendapatkan kritik tajam karena memang dia kurang baik dalam bertahan pada pertandingan yang membuat I Rossoneri harus kehilangan posisi puncak mereka di klasemen sementara.

Secara teknis memang absennya Calabria di Liga Europa bukan menjadi kejutan bagi Milan, tetapi kemampuannya mengisi posisi bek kanan bisa menjadi jaminan jika tim besutan Pioli ingin rasa aman di sektor tersebut. Namun, dengan jadwal padat dan juga calon lawan di Serie A, sepertinya lebih aman jika sang pemain kembali diberikan istirahat agar kembali bugar.

Inter Milan Pede Lolos ke Final Coppa Italia

Inter Milan Pede Lolos ke Final Coppa Italia

Gilabola.com – Julio Cruz meyakini Inter Milan bisa mengatasi Juventus di semifinal leg kedua Coppa Italia pada Rabu (10/2) dini hari WIB.

Diketahui, tim asuhan Antonio Conte di leg pertama harus menyerah 2-1 kala bermain di Giuseppe Meazza. Klub papan atas Liga Italia tersebut sejatinya unggul lebih dulu lewat Lautaro Martinez.

Namun, di pertengahan laga babak pertama gawang Inter Milan harus kebobolan melalui dua gol Cristiano Ronaldo di mana salah satunya berasal dari titik putih.

Walau pertandingan semifinal leg kedua Coppa Italia melawan Juventus akan berlangsung di Allianz Stadium, tetapi Julio Cruz tetap yakin klub yang pernah dibelanya bisa memberikan kejutan.

Berita Terkini:
Barcelona Tanpa Empat Bintang di Kandang Sevilla
Manchester City Diam-diam Segera Memulai Pembicaraan dengan Messi
Inter Milan Pede Lolos ke Final Coppa Italia
Prediksi Real Madrid vs Getafe, Zidane Khawatirkan Skuad yang Pincang

Berbicara kepada La Gazzetta dello Sport, mantan striker Inter Milan itu mengatakan laga kontra Juventus tidak akan mudah. Kendati demikian, ia sangat optimis anak asuh Antonio Conte bisa lolos ke partai final Coppa Italia.

Menurutnya, Nerazzurri akan tampil habis-habisan di laga nanti. Pasalnya, mereka sudah lama tidak memenangkan trofi dan musim ini adalah waktu yang tepat untuk mewujudkannya.

Usai membahas laga leg kedua Coppa Italia, Julio Cruz juga memuji duo pemain lini depan Inter Milan yakni Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez. Baginya, kedua pemain tersebut membuat kemintraan yang bagus.

Julio Cruz mengakui tak begitu mengenal sosok Romelu Lukaku, namun ia kagum dengan sang striker karena berhasil tampil mengesankan bermain di Liga Italia. Sedangkan untuk Lautaro Martinez ia tak meragukan kualitasnya dan ia menilai pemain internasional Argentina tersebut hanya perlu beradaptasi dengan Inter.

Sebagai informasi, kubu Inter Milan agar bisa lolos ke final Coppa Italia perlu mencetak dua gol dan tak boleh kebobolan.

Hasil Coppa Italia: Dua gol Ronaldo mengantarkan Juventus memenangi leg pertama semifinal melawan Inter Milan

Hasil Coppa Italia: Dua gol Ronaldo mengantarkan Juventus memenangi leg pertama semifinal melawan Inter Milan

Gilabola.com – Sudah hendak menginjak usia 36 pada Jumat (5/2), Cristiano Ronaldo masih bisa mencetak dua gol ke gawang Inter Milan untuk membawa Juventus menang 1-2 pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Rabu (3/2). ) di San Siro. Leg kedua akan berlangsung Rabu (10/2) depan.

Juventus unggul 1-2 dari leg pertama semifinal Coppa Italia berkat dua gol pemain mereka yang sebentar lagi akan berusia 36 tahun, Cristiano Ronaldo. Tim asuhan Andrea Pirlo menunjukkan kelemahan mereka saat kebobolan gol pada menit kesembilan, namun berhasil bangkit kembali dengan dua gol dari bintang Portugal itu.

Inter gagal mempertahankan keunggulan melalui gol Lautaro Martinez pada menit ke-9 karena para pemain bertahan Juventus saling menunggu. Alexis Sanchez memasukkan bola ke depan sebelum memasukkan Nicolo Barella, yang mengirim umpan silang ke Lautaro Martinez. Matthijs de Ligt gagal menjaga pemain Argentina itu, kalah dengan cepat.

Tapi jika Anda memiliki kemewahan melihat rekaman gol Lautaro, itu akan melihat kesalahan dari dua pemain Bianconeri lainnya. Yang pertama adalah Merih Demiral, yang berhasil mencegat dribbling Alexis Sanchez dan tidak berusaha cukup keras untuk menghentikan umpan silang Barella. Mungkin kelelahan karena lari pemain Turki itu sepertinya melambat. Pemain lain yang harus disalahkan atas Juventus & # 39; gol kebobolan adalah Alex Sandro, yang tampak seolah-olah akan menghentikan Barella tetapi mengabaikannya setelah melihat Demiral bergerak di sisinya.

Berita terbaru:
David Luiz & Jan Bednarek Dibela Atasan Man Utd, Sebut Mereka Tak Pantas Dapat Kartu Merah
Mikel Arteta Kecam Keputusan Wasit Terkait Kartu Merah David Luiz, Bela Aksi Bernd Leno
Berhasil Balas Dendam untuk Inter Milan, Andrea Pirlo: Inilah Juventus Sejati!
Ole Gunnar Solskjaer Menjelaskan Alasan Menarik Edinson Cavani Saat Jeda Babak Pertama

Dua gol Cristiano Ronaldo dilewati Juventus

Hanya dalam waktu 15 menit sejak gol Lautaro, Ronaldo berhasil menyamakan kedudukan melalui titik penalti setelah Ashley Young menjatuhkan Juan Cuadrado saat kedua pemain berebut mencari posisi di depan gawang Samir Handanovic. Dan 20 menit kemudian eks penyerang Real Madrid itu mencetak gol keduanya.

Gol kebobolan kedua Nerazzurri datang dari kesalahan Alessandro Bastoni yang mencoba mengecoh Ronaldo saat keduanya terlibat perebutan bola, menyusul backpass ceroboh oleh Milan Skriniar dan kesalahpahaman antara kiper Samir Handanovic dan Bastoni. Pergerakan pemain jersey No 95 berhasil dibaca oleh CR7 yang mencuri bola dan mengirimkannya ke gawang Inter yang kosong.

Antonio Conte berusaha menyelamatkan peruntungan timnya dengan mendatangkan Ivan Perisic dan Christian Eriksen masing-masing pada menit ke-66 dan 72 untuk menggantikan Ashley Young dan Arturo Vidal, serta dua pergantian lainnya empat menit sebelum peluit panjang – yang terasa terasa. sia-sia karena sudah terlambat. .

Tidak ada lagi gol setelah itu. Juventus berhasil memenangi leg pertama semifinal Coppa Italia di kandang Inter dengan skor 1-2 berkat dua gol Ronaldo. Sisi Antonio Conte kurang dominan tetapi sebenarnya mencatat lebih banyak peluang (11: 6) dan lebih banyak tembakan tepat sasaran (5: 4). Meski penampilan buruk Gianluigi Buffon untuk gol Lautaro Martinez, ia masih bisa melakukan empat penyelamatan lain yang membuat gawang La Vecchia Signora tidak kebobolan lebih banyak.

Cristiano Ronaldo Absen Bela Juventus di Coppa Italia

Cristiano Ronaldo Absen Bela Juventus di Coppa Italia

Gilabola.com – Mega bintang Juventus asal Portugal, Cristiano Ronaldo tidak masuk dalam skuad timnya yang akan dipersiapkan menghadapi laga Coppa Italia menghadapi klub Serie B SPAL tengah pekan ini.

Menghadapi jadwal yang cukup padat beberapa hari terakhir, Juventus tampaknya memilih untuk menjaga kondisi dari beberapa pemain bintang mereka, terutama Cristiano Ronaldo. Bintang asal Portugal tersebut menurut kabar dari Football Italia tidak akan ikut serta pada laga Coppa Italia dari Si Nyonya Tua pada tengah pekan ini saat menjalani laga menghadapi SPAL.

Absennya Ronaldo bisa dibilang bukan sebuah kejutan mengingat lawan yang akan dihadapi dari Juve diatas kertas memang levelnya masih dibawah kelasnya. Hanya berstatus sebagai tim Serie B, SPAL tampaknya dirasa tidak akan terlalu memberikan banyak kesulitan bagi Si Nyonya Tua meskipun kejutan masih bisa saja terjadi.

Meskipun belum jelas apakah absennya Ronaldo murni karena diberi istirahat atau memang mengalami gangguan cedera, tetapi sangat besar kemungkinan bahwa penyerang asal Portuga itu memang disimpan. Tim asuhan Andrea Pirlo tersebut sudah harus bertanding lagi pada akhir pekan nanti di lanjutan laga Serie A menghadapi tantangan dari Sampdoria yang tidak akan mudah.

Berita Terkini:
Cristiano Ronaldo Absen Bela Juventus di Coppa Italia
Ingin Lepas Dzeko, Roma Ikut Incar Striker Chelsea asal Prancis
Chelsea Pertahankan Enam Staf Lampard Bantu Thomas Tuchel
Cedera di Coppa Italia, Bek Andalan Milan Bakal Absen Hadapi Bologna

Uniknya, dengan absennya Ronaldo, Juventus praktis hanya menyisakan Alvararo Morata serta striker Primavera, Marco Cosimo Da Graca untuk mengisi lini depan. Hal tersebut dikarenakan Paulo Dybala masih harus absen membela tim besutan dari Pirlo karena pemain asal Argentina tersebut masih dibekap cedera.

Sebuah perjudian tentunya bagi Juve dengan tidak menyertakan Ronaldo, tetapi dengan performa yang cukup positif beberapa laga terakhir, Pirlo tampak percaya dengan kualitas anak asuhnya. Tetap saja, pihak I Bianconceri tidak boleh begitu saja meremehkan SPAL, karena tim Serie B itu tetap bisa memberikan kejutan seperti yang mereka tunjukkan pada babak sebelumnya dimana mereka mengalahkan Sassuolo.

Pirlo pastinya juga tidak ingin begitu saja melepas ajang Coppa Italia, karena mereke memiliki peluang untuk melaju hingga setidaknya semifinal. Karena itulah, meskipun tanpa Ronaldo, Juventus pastinya akan tetap berusaha memberikan penampilan terbaik mereka.

Hasil Coppa Italia: Kartu merah Ibra, Lukaku hampir mengepal, Inter diselamatkan oleh Eriksen

Hasil Coppa Italia: Kartu merah Ibra, Lukaku hampir mengepal, Inter diselamatkan oleh Eriksen

Bola Gila – Christian Eriksen, pemain yang diabaikan Antonio Conte dan nyaris terlempar, menjadi penyelamat Inter Milan dalam kemenangan 2-1 atas AC Milan di perempat final Coppa Italia, Rabu pagi (27/1). Golnya di detik-detik terakhir pertandingan membawa Inter ke semifinal untuk bertemu dengan Juventus atau SPAL.

Duel perempat final Coppa Italia nyaris diwarnai dengan adu tinju antara Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic di detik-detik terakhir babak pertama, karena kata-kata provokatif striker Swedia itu seakan-akan membawa darah sang pemain Belgia. sampai mendidih. Kata-kata kasar mengucur dari mulut Lukaku, sementara Zlatan tampak sangat enjoy sukses memprovokasi emosi striker Inter tersebut. Wasit memberikan kedua pemain tersebut sebuah kartu kuning.

Zlatan dihantam batu di babak kedua permainan ketika ia menerima kartu kuning keduanya dan diusir keluar lapangan, yang membuat Rossoneri hanya memiliki 10 orang di 32 menit terakhir pertandingan Coppa Italia.

Keunggulan pemain terbukti sangat menentukan ketika pelanggaran terjadi di dalam kotak Milan dengan Nicolo Barella jatuh. Wasit secara singkat meninjau layar VAR untuk menunjukkan titik putih. Lukaku yang sangat emosional di penghujung babak pertama dan ingin meninju Zlatan turun sebagai eksekutor dan dengan dingin mengecoh kiper Ciprian Tatarusanu. Skornya sama kuatnya!

Milan Menang Pertama Atas Inter dengan Gol Ibrahimovic

AC Milan memimpin dengan gol penyerang berusia 39 tahun itu pada menit ke-31. Sebuah serangan dari Rossoneri gagal disingkirkan dengan baik dan bola kembali diarahkan ke Zlatan oleh Soualiho Meite. Striker Swedia itu menembak tidak terlalu keras tetapi akurat di tiang jauh, memantul dan masuk.

Milan hanya memenangkan dua dari delapan pertemuan terakhir mereka di semua kompetisi melawan rival sekota mereka. Namun mereka memenangkan pertandingan terakhir dengan skor 1-2 pada 17 Oktober 2020. Hal yang sama gagal terjadi. Inter memperpanjang keunggulan mereka atas Rossoneri setelah pemain baru Christian Eriksen dimasukkan pada menit ke-88 (sekali lagi menunjukkan keengganan Conte untuk menurunkan pemain Denmark itu) mencetak gol di menit ketujuh masa injury time. Skor berubah menjadi 2-1 dan dengan kemenangan ini Inter melaju ke semifinal Coppa Italia untuk bertemu dengan Juventus atau SPAL.

10 Pemain Transfer Terbaik Januari 2021, Tiga Liga Premier, Dua Liga Italia

10 Pemain Transfer Terbaik Januari 2021, Tiga Liga Premier, Dua Liga Italia

Bola Gila – Ada 10 pemain bintang yang telah dikaitkan dengan transfer pada Januari 2021, dengan tiga berasal dari Liga Premier, dua liga Italia, dan dua liga Spanyol.

Isco Alarcon (Real Madrid)

Jauh dari kualitas dan performa terbaiknya, Isco membutuhkan perubahan lingkungan untuk menunjukkan apa yang masih bisa dia lakukan, dan itu bisa terjadi di Liga Premier dengan Arsenal dan Everton tertarik, dan playmaker Spanyol itu telah mengajukan permohonan transfer dengan Real Madrid. .

Paul Pogba (Manchester United)

Salah satu properti terpanas di bursa transfer, Paul Pogba memang tidak menyembunyikan keinginannya untuk pindah, tapi yang jadi pertanyaan apakah Real Madrid atau Juventus sudah siap untuk memenuhi harga transfer yang diminta Manchester United?

Dele Alli (Tottenham Hotspur)

Dengan hanya lima starter dalam 25 pertandingan pertama Tottenham musim ini, Alli akan tahu bahwa transfer adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kesempatan bermain reguler dan memperebutkan tempatnya di tim nasional Inggris untuk Euro 2020. PSG disebut-sebut menjadi tertarik.

Memphis Depay (Lyon)

Lyon telah menurunkan harga yang diminta sejak Barcelona gagal mengumpulkan uang yang diperlukan di musim panas dan penyerang Belanda Memphis Depay akhirnya dapat memenuhi mimpinya pindah ke Catalonia untuk reuni dengan Ronald Koeman.

Eric Garcia (Manchester City)

Pemain muda Spanyol Eric Garcia telah melihat perannya berkurang di musim 2020/21 karena kontraknya segera berakhir, mungkin membujuk Manchester City untuk mengizinkannya bergabung dengan Barcelona lebih cepat pada Januari.

Arkadiusz Milik (Napoli)

Setelah ditinggalkan dari skuad Napoli sepanjang musim dan kontraknya habis di musim panas, klub Napoli telah mengumumkan bahwa mereka siap untuk menjual penyerang Polandia itu seharga 258 miliar.

Junior Firpo (Barcelona)

Setelah dicap sebagai penerus masa depan Jordi Alba di Barcelona, ​​Junior Firpo gagal memenuhi ekspektasi di Camp Nou. Masih berusia 24 tahun, dia bisa menjadi tambahan yang bagus di tempat lain.

Christian Eriksen (Inter Milan)

Setahun lalu, Eriksen pindah dari London ke Milan dan menjadi berita utama bursa transfer Januari. Tapi setelah hanya satu starter sejak Oktober 2020, dia bisa pindah lagi.

Julian Draxler (PSG)

Pada usia 27 tahun, Julian Draxler seharusnya berada di puncak karirnya, tetapi cedera dan masa depan yang tidak pasti membuatnya tangguh di PSG. Kini trio Italia Milan, Inter dan Juventus dikabarkan mampu memboyongnya ke Italia.

Florian Thauvin (Marseille)

10 pemain teratas yang bisa berganti klub pada bursa transfer Januari 2021

Setelah menemukan kembali performanya di Marseille, kontrak playmaker berusia 27 tahun itu habis dan klub mencari setidaknya sebagian dari 258 miliar yang mereka bayarkan untuk menandatangani salah satu pemain terbaik mereka.

Para pemimpin Liga Premier, Liga Spanyol, Liga Italia, Liga Jerman dan Liga Prancis berdiri bersama di Kasta Kedua Eropa

Para pemimpin Liga Premier, Liga Spanyol, Liga Italia, Liga Jerman dan Liga Prancis berdiri bersama di Kasta Kedua Eropa

Bola Gila – Meski Liga Europa hanya kompetisi kasta kedua di benua biru, dengan hadiah uang sepertiga hanya dari Liga Champions, ternyata pemuncak klasemen lima liga elite Eropa seperti AC Milan, Real Sociedad, Tottenham Hotspur, Bayer Leverkusen dan Lille, berkumpul di sini semua.

Liga Europa musim ini mempertahankan pamornya dengan mengumpulkan semua tim yang selama pengundian 32 besar pada Senin (14/12), saat ini sedang menguasai puncak klasemen masing-masing di negaranya. Real Sociedad memimpin LaLiga dengan 26 poin, di atas Atletico Madrid. AC Milan masih berada di puncak klasemen Serie A, unggul tiga poin dari Inter. Tottenham bersyukur Liverpool gagal menang di akhir pekan membuat mereka tetap menjadi penguasa klasemen Liga Inggris. Begitu juga Bayer di Bundesliga dan Lille di Ligue 1 Prancis

Pengundian babak 32 besar Liga Europa berlangsung satu jam setelahnya Hasil undian babak 16 besar Liga Champions diumumkan pada Senin (14/12). Alhasil, pimpinan Liga Inggris Tottenham bertemu dengan Wolsberger asal Austria. Sementara itu pemimpin Liga Spanyol Real Sociedad bertemu dengan runner-up Liga Champions urutan ketiga Manchester United, yang merupakan tim terbaik ketiga dengan 9 poin.

AC Milan harus bertandang ke Red Star Belgrade untuk pertandingan pertama babak 32 besar Liga Europa, sementara pemimpin liga Prancis Lille akan bertemu semifinalis Liga Champions dua musim lalu, Ajax Amsterdam. Sedangkan tim Bundesliga yang kudeta Bayern Munich kemarin, Bayer Leverkusen akan bertemu tim Swiss Young Boys.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Para pemimpin Liga Premier, Liga Spanyol, Liga Italia, Liga Jerman dan Liga Prancis berdiri bersama di Kasta Kedua Eropa
Hasil Undian Liga Europa Babak 32 Besar: Hotspur, Arsenal, Man United, AC Milan
Data duel tiap tim dari babak 16 besar Liga Champions
Jika pergi, Bintang Atalanta menjanjikan satu hal kepada penggemarnya

Roberto Mancini Menanggapi Hasil Undian Kualifikasi Piala Dunia untuk Italia

Roberto Mancini Menanggapi Hasil Undian Kualifikasi Piala Dunia untuk Italia

Bola Gila – Hasil undian kualifikasi Piala Dunia 2022 untuk zona Eropa resmi digelar FIFA pada Selasa (8/12), dengan juara dunia 2006 Italia satu grup dengan Swiss, Irlandia Utara, Bulgaria, dan Lithuania.

Manajer timnas Italia Roberto Mancini pun mengomentari soal tersebut hasil undian kualifikasi Piala Dunia 2022 untuk zona Eropa Meski begitu, Grup C tidak boleh dianggap remeh dengan Azzurri menghadapi tim-tim berkualitas seperti Swiss dan Irlandia Utara.

Italia mengalami nasib buruk karena memiliki Piala Dunia sejak memenangkannya pada tahun 2006, tersingkir dari babak penyisihan grup dengan hanya dua poin di Piala Dunia 2010, kembali sekali lagi di babak penyisihan grup dengan hanya tiga poin di Piala Dunia 2014, sebelum gagal lolos sama sekali di Piala Dunia. 2018.

Mengusung ambisi kembali ke Piala Dunia 2022 mendatang, Mancini menegaskan timnya tidak melupakan target. Italia juga akan pergi ke Euro 2020 untuk memenangkan musim panas mendatang.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Laporan Pemain Man Utd Skor Kalah 3-2 di Leipzig, Berantakan karena formasi yang salah
CR7 Two Goals, Juventus: Kami Membawa yang Terbaik ke Camp Nou
Pemogokan PSG vs Basaksehir terjadi karena bahasa yang salah dan kepekaan terhadap masalah balapan
Hasil Sepak Bola Malam Terakhir – Skor Akhir Semua Pertandingan Sepak Bola

"Ini adalah grup yang tidak boleh diremehkan," kata Mancini Sky Sport Italia. “Swiss adalah lawan terburuk yang harus kami hadapi dua kali (termasuk di Euro 2020). Mereka bisa menjadi salah satu benih teratas. Tentu saja, mereka juga tidak akan senang menghadapi kita. "

"Grup adalah grup yang penuh dengan jebakan, tetapi kami tidak boleh melupakan target akhir. Kami pergi ke Euro untuk menang, kami tahu ini tidak akan mudah dan akan membutuhkan sedikit keberuntungan, tapi itu & # 39; adalah tujuan kami. "

Pada Euro musim panas mendatang, Italia berada di Grup A bersama Turki, Wales, dan Swiss. Dia menambahkan: “Kami memiliki grup yang kuat dan mapan, tetapi banyak pemain menarik muncul dan kami memantau mereka. Pada bulan Mei, kami akan mengevaluasi dan membuat pilihan, berharap tidak ada yang terluka. Kami akan pergi ke Euro untuk menjadi protagonis dan mencoba untuk menang. "

Hasil Undian 16 Besar Coppa Italia: Juventus vs Genoa, Fiorentina vs Inter Milan!

Hasil Undian 16 Besar Coppa Italia: Juventus vs Genoa, Fiorentina vs Inter Milan!

Bola Gila – Jadwal babak 16 besar Coppa Italia telah diputuskan, dengan sebagian besar kolektor gelar Juventus menghadapi Genoa di Turin sementara pertandingan besar akan disajikan dalam pertemuan antara Fiorentina dan Inter Milan di Artemio Franchi.

Undian babak 16 besar Coppa Italia diadakan di markas Lega Serie A di Milan hari ini, saat Empoli melaju untuk menghadapi juara bertahan Napoli, karena Brescia tidak datang untuk pertemuan yang dijadwalkan karena kasus virus corona di tim mereka.

SPAL adalah satu-satunya tim lain dari Serie B yang masih berkompetisi dan mereka akan dijadwalkan untuk bertemu tim kejutan Serie A musim ini Sassuolo, dengan Domenico Berardi dan rekan-rekannya berhasil menjadi runner-up di klasemen.

Sementara Atalanta akan menghadapi Cagliari di Stadion Atleti Azzurri d & # 39; Italia, Lazio akan menghadapi Parma di Olimpico, Roma juga akan menjamu Spezia di rumah, sementara AC Milan akan menghadapi Torino di San Siro. Tanggalnya belum ditetapkan, tetapi pertandingan akan dimainkan pada 13 Januari dan 20 Januari.

Musim lalu, Napoli berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Juventus 4-2 melalui adu penalti, setelah kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol pada waktu normal, dengan Danilo dan Paulo Dybala gagal menjalankan tugasnya saat itu, memberi Gennaro Gattuso trofi pertamanya di rumah. San Paolo.

Meski demikian, Juventus masih memegang gelar Coppa Italia terbanyak dengan 13 trofi, disusul AS Roma dengan 9 trofi, Inter Milan dan Lazio dengan 7 trofi, serta Fiorentina dan Napoli yang sama-sama mengoleksi 6 trofi.

Berikut hasil undian babak 16 besar Coppa Italia musim 2020/2021:

  • Napoli vs Empoli
  • Sassuolo vs SPAL
  • Atalanta vs Cagliari
  • Fiorentina vs Inter Milan
  • Lazio vs Parma
  • AC Milan vs Torino
  • Juventus vs Genoa
  • AS Roma vs Spezia

Lolos ke Putaran Final UEFA Nations League, Italia Bergabung dengan Prancis, Spanyol, Belgia

Lolos ke Putaran Final UEFA Nations League, Italia Bergabung dengan Prancis, Spanyol, Belgia

Bola Gila – Italia memastikan diri menjadi tim keempat yang lolos ke putaran final UEFA Nations League setelah memuncaki klasemen Grup A1 usai menang 0-2 di Bosnia, Kamis (19/11).

Asisten manajer Alberico Evani berterima kasih kepada para pemain Italia yang mencapai final UEFA Nations League, dengan mengatakan bahwa Gli Azzurri tidak sabar untuk bermain melawan negara-negara terbaik di Eropa.

Italia tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan, 17 di antaranya berakhir dengan kemenangan, selama dua tahun terakhir, dan tiga kemenangan dan tiga imbang dalam pertandingan grup mereka telah membuat mereka lolos ke final UEFA Nations League bersama Belgia, Prancis dan Spanyol.

Roberto Mancini tetap mengisolasi diri di rumah sejak paparan positifnya, jadi asisten manajer Alberico Evani ada di bangku cadangan di Sarajevo untuk pertandingan ketiga berturut-turut, tetapi telah berhasil membawa Italia meraih hasil positif.

“Kami berbicara setiap hari, jadi Roberto Mancini tahu persis apa yang terjadi. Para pemain ini memberinya hadiah yang luar biasa dan kami sangat puas, "kata asisten manajer itu RAI Sport usai menang 0-2 di Bosnia-Herzegovina, Kamis (19/11).

“Senang bisa mengukur diri kami melawan beberapa tim terbaik di Eropa (Spanyol, Belgia, dan Prancis). Kami tidak bisa menunggu, karena kami ingin melihat dimana kami berada. Kami pikir kami semakin dekat dengan mereka, dan kami akan melihat hasilnya nanti di lapangan. "

Sudah ada kepastian mengenai jadwal babak final UEFA Nations League dengan dua partai semifinal yang dipastikan digelar pada 6 dan 7 Oktober 2021, sedangkan perebutan tempat ketiga dan final akan dimainkan pada 10 Oktober. 2021. Siapa yang akan bertemu di partai semifinal belum ditentukan.

"Kami ingin meraih hasil melalui sepak bola yang bagus. Itulah yang telah kami kerjakan selama dua tahun terakhir dan para pemain luar biasa. Bahkan dengan tidak adanya pelatih, mereka memberikan segalanya."

“Saya sudah berterima kasih kepada mereka pada hari Senin, karena saya hanya bisa berterima kasih kepada mereka ketika mereka memberi begitu banyak untuk jersey Italia ini, dengan semua kesulitan yang kami hadapi. Untuk tiga kemenangan, tiga penampilan meyakinkan, dan sepak bola hebat, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. "

Sumber: Babak Final UEFA Nations League, Italia Bergabung dengan Prancis, Spanyol, Belgia
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Italia menang 0-2 di Bosnia tadi malam tanpa pemain Juventus di starting XI

Italia menang 0-2 di Bosnia tadi malam tanpa pemain Juventus di starting XI

Bola Gila – Italia menang 0-2 di Bosnia-Herzegovina tadi malam tanpa satu pun pemain Juventus hadir di starting XI. Ini adalah keempat kalinya dalam sejarah Azzurri bermain tanpa seorang pemain Bianconeri.

Sebagai pelanggan pengiriman pemain ke tim internasional Italia, absennya pemain Juventus dalam line-up kemenangan 0-2 di Bosnia, Kamis (19/11), cukup mengejutkan.

Dalam pertandingan tandang UEFA Nations League di Grbavica Stadium, Italia tidak memiliki satu pun pemain Juventus di starting XI, keempat kalinya tidak ada pemain Bianconeri dalam 10 tahun terakhir.

Skuad Italia juga hanya memiliki satu bintang Juventus dalam susunan pemain mereka pada kemenangan Senin atas Polandia, tetapi Federico Bernardeschi sekarang di bangku cadangan melawan Bosnia, digantikan oleh Domenico Berardi dari Sassuolo. Pemain sayap berusia 26 tahun itu akhirnya masuk di babak kedua menggantikan pasangannya.

Itu berarti Italia tidak memiliki pemain Juventus di starting XI hanya untuk keempat kalinya dalam satu dekade, dengan pemenang Scudetto sembilan musim berturut-turut biasanya menjadi pelanggan tetap yang mengirimkan pemain ke tim internasional.

Italia berhasil lolos ke final UEFA Nations League berkat kemenangan 0-2 di Bosnia, pertandingan terakhir Grup A1, dengan kedua gol kemenangan dicetak oleh Andrea Belotti dan Domenico Berardi. Azzurri berada di urutan pertama dengan 12 poin, disusul Belanda (11 poin) dan Polandia (7), serta Bosnia (2) di posisi terakhir.

Tiga pertandingan Italia lainnya yang dimulai tanpa satu pun pemain Juventus adalah melawan Moldova pada 7 Oktober 2020, pertemuan melawan Portugal pada 9 September 2018, dan melawan Inggris pada 15 Agustus 2012.

Juventus sebenarnya memiliki beberapa perwakilan lain ketika Roberto Mancini memanggil skuad gemuk hingga 41 pemain, tetapi bek Leonardo Bonucci dan striker Federico Chiesa harus meninggalkan skuad karena cedera, sementara Giorgio Chiellini sudah tidak bergabung dengan tim nasional sejak awal. untuk masalah kebugaran.

Sumber: Italia menang 0-2 di Bosnia tadi malam tanpa pemain Juventus di starting XI
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Insigne Puji Mental Italia, Barella Puji Performa Lini Tengah

Insigne Puji Mental Italia, Barella Puji Performa Lini Tengah

Bola Gila – Lorenzo Insigne memuji mentalitas para pemain Italia setelah menang 2-0 di Bosnia-Herzegovina untuk mencapai final UEFA Nations League, dan akan menghadapi Prancis, Spanyol, atau Belgia di semifinal.

Bintang Napoli menjadi bintang pertandingan Laga Bosnia vs Italia meski tak mencetak gol ketika dua rekannya di depan sama-sama menyumbangkan gol kemenangan, Lorenzo Insigne memberikan assist untuk gol pertama Andrea Belotti dan penampilannya memang luar biasa.

"Kami tahu ini pertandingan yang sulit karena kami memiliki banyak masalah [cedera dan penyakit], tapi kami melakukannya dengan baik. "Ini bukan hanya penampilan hebat secara teknis dan taktis, tetapi juga dari segi mentalitas," kata Insigne. RAI Sport.

“Pelatih ingin kami memainkan sepak bola kami kemanapun kami pergi dan itulah mentalitas yang kami miliki. Ini adalah jersey yang harus dihormati setiap saat dan kami memberikan yang terbaik untuk Italia. "

Sementara itu, gelandang Nicolo Barella berterima kasih kepada Antonio Conte dan Roberto Mancini yang telah membantunya berkembang, dengan mengatakan bahwa lini tengah Gli Azzurri menunjukkan kerja sama yang baik, siapa pun yang bermain.

Bintang muda Inter itu juga menjadi starter dalam kemenangan 0-2 di Bosnia-Herzegovina pada Kamis (19/11) WIB, yang mengantarkan Italia memuncaki klasemen Grup A1 di UEFA Nations League, menyingkirkan Belanda dan Polandia.

"Saya siap membantu skuad, kami memiliki skuad yang hebat. Manuel Locatelli, Jorginho atau Marco Verratti, siapa pun yang bermain, kami bekerja sama dengan baik," kata Nicolo Barella. RAI Sport.

“Antonio Conte sangat penting bagi saya, karena dia membantu saya untuk lebih terorganisir dalam bermain, membaca dan memilih berbagai momen pertandingan, jadi saya sangat berterima kasih padanya. Saya hanya bisa berterima kasih kepada Roberto Mancini karena telah mempercayai saya dan saya berharap untuk terus menjadi lebih baik. "

Sumber: Insigne Puji Mentalitas Italia, Barella Puji Performa Lini Tengah
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Italia Menang! Satu Penalti dan Satu Kartu Merah untuk menenggelamkan Polandia

Italia Menang! Satu Penalti dan Satu Kartu Merah untuk menenggelamkan Polandia

Bola Gila – Italia merebut puncak klasemen Grup A1 Liga Bangsa-Bangsa UEFA setelah menang dua gol atas Polandia, berkat penalti yang diambil oleh Jorginho dari Chelsea dan kartu merah untuk Jacek Goralski.

Gli Azzurri memastikan bahwa Belanda hanya memiliki waktu beberapa jam pada Senin (16/11) dini hari untuk menikmati puncak klasemen Grup A1 usai menang 3-1 atas Bosnia Herzegovina. Kemenangan pasukan Roberto Mancini dengan skor 2-0 atas Robert Lewandowski dan kawan-kawan mengubah klasemen dengan Italia kini berada di puncak grup.

Dua gol Italia datang dalam dua babak yang berbeda, dimulai dengan penalti Jorginho di menit ke-27 dan kemudian Domenico Berardi menambahkan gol kedua untuk memastikan kemenangan tuan rumah.

Sebelum dimulainya pertandingan Gli Azzurri hanya finis kedua di Grup A1 UEFA Nations League dengan 6 poin, satu poin di belakang Polandia (7), tetapi setelah kemenangan Belanda atas Bosnia, Oranje naik ke puncak grup. Kini kemenangan Italia atas Lewandowski dan kawan-kawan membuat mereka terlempar ke posisi teratas.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Italia Menang! Satu Penalti dan Satu Kartu Merah untuk menenggelamkan Polandia
Selamat tinggal! Kalah 2-0 di Belgia, Inggris tersingkir dari UEFA Nations League
Halo Zidane, Gareth Bale One Assist, One Nearly Goal dan Man of the Match Last Night
2 gol Wijnaldum membuka harapan Belanda bisa lolos, meski tak seindah gol Liverpool.

Penalti di babak pertama terjadi setelah bola dari tendangan bebas diarahkan ke Andrea Belotti tetapi pemain itu dijatuhkan oleh Grzegorz Krychowiak. Jorginho sebagai eksekutor tidak melakukan kesalahan, memaksa kiper asal Polandia itu membanting tubuhnya ke arah yang salah. Sementara itu, gol pemain Sassuolo pada menit ke-83 datang setelah ia mendapatkan umpan terobosan dari Lorenzo Insigne, mengatasi tantangan tim tamu, sebelum menyelipkan bola ke tiang dekat.

Skor 2-0 untuk Italia membawa mereka ke puncak klasemen Grup A1 dengan 9 poin, unggul dua angka dari Polandia yang kini berada di posisi ketiga. Pasukan Roberto Mancini akan bertandang ke Bosnia pada pertandingan terakhir grup pada 19 November, sementara Lewandowski akan berusaha melaju ke final dengan menang atas Belanda pada pertandingan terakhir grup.

Sumber: Italia Menang! Satu Penalti dan Satu Kartu Merah untuk menenggelamkan Polandia
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Frank De Boer Ungkap Alasan Mengubah Taktik antara Belanda dan Italia tadi malam

Frank De Boer Ungkap Alasan Mengubah Taktik antara Belanda dan Italia tadi malam

Bola Gila – Pelatih Belanda Frank de Boer menjelaskan keputusannya untuk mengubah taktik timnya untuk mendapatkan poin dalam hasil imbang 1-1 melawan Italia di Bergamo.

jeruk mengejutkan mengubah taktik permainan mereka dari 4-3-3 menjadi 5-3-2 atau 3-5-2, taktik itu genap mengejutkan sang arsitek Gli Azzurri, Roberto Mancini yang tidak menyangka adanya perubahan taktik permainan rivalnya itu.

Mengorbankan satu pemain sayap, Steven Berghuis, bos Frank De Boer bermain dengan tiga bek sejajar dengan Nathan Ake, Virgil van Dijk dan Stefan de Vrij, sementara mereka diapit oleh dua bek sayap Daley Blind dan Hans Hateboer.

Kini eks bos Inter Milan itu mengakui bahwa perubahan taktik timnya memang disengaja melawan Italia, taktik yang ia sebut sebagai pilihan rasional berdasarkan lawan yang mereka hadapi.

"Saya ingin bermain dengan lima pemain di belakang sehingga penyerang kami tidak harus bolak-balik mengejar bola dengan pemain mereka yang tumpang tindih," kata Frank De Boer kepada NOS TV.

“Pada dasarnya, ini adalah pilihan taktis yang rasional berdasarkan karakter lawan kami dan mencari tahu apa yang bisa kami tawarkan sebagai balasannya. Dalam hal ini berarti mengorbankan pemain seperti Steven [Berghuis]. "

“Perasaan saya adalah saya harus melakukan perubahan taktis ini. Sesi latihan yang harus kami latih dengan taktik baru ini juga sangat menarik. "

Perubahan itu diperlukan setelah bermain imbang 0-0 melawan Bosnia-Herzegovina pada hari Minggu yang membuat mereka gagal mencetak gol dalam 3 dari 4 pertandingan terakhir dan Belanda sekarang berada di urutan ketiga dalam grup Liga Bangsa-Bangsa UEFA mereka, dua poin di belakang pemimpin Polandia.

"Tentu saja, kami seharusnya bermain lebih baik melawan Bosnia dan Herzegovina, tapi malam ini saya pikir kami lebih unggul atas Italia. Itu sekitar 60-40 persen penguasaan bola di pihak kami."

“Pada akhirnya kami tidak bisa senang dengan hasilnya, karena kami ingin memenangkan grup ini, tapi penampilan ini memberi kami kepercayaan diri yang tinggi. Jika kami bisa bermain seperti ini, apapun formasi yang kami mainkan, maka kami akan menyulitkan lawan mana pun. "

Sebenarnya, secara statistik Belanda tidak terlalu unggul dalam penguasaan bola seperti yang dikatakan tim Frank De Boer jeruk mengontrol hanya 45 persen penguasaan bola melawan Italia, meskipun mereka menggandakan peluang mereka untuk mencetak lebih banyak gol (14-7).

Sumber: Frank De Boer Mengungkapkan Alasan Mengubah Taktik antara Belanda dan Italia tadi malam
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Disindir Chelsea, Emerson Palmieri merasa lebih dihargai di timnas Italia

Disindir Chelsea, Emerson Palmieri merasa lebih dihargai di timnas Italia

Bola Gila – Emerson Pamieri mengatakan dia merasa penting dalam waktunya bersama tim nasional Italia, ketika segalanya tidak berjalan seperti yang dia harapkan di Chelsea yang membuatnya sekarang hanya menjadi bek kiri pilihan ketiga Frank Lampard.

Meski belum bermain meski di Premier League musim ini, bek asal Italia berpaspor Brasil itu memulai imbang 0-0 Italia melawan Polandia hari ini dan pilihan Roberto Mancini pun tak mengherankan. untuk dia.

Pemain berusia 26 tahun itu pun mengaku akan selalu siap mendapat panggilan ke timnas Gli Azzurri, sembari berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatan dan usahanya untuk memberikan yang terbaik untuk negaranya.

“Ketika Anda bermain untuk tim nasional, Anda harus selalu siap. Kami akan memainkan tiga pertandingan dalam 10 hari, ketika saya tahu saya harus bermain saya senang, tetapi itu tidak mengherankan. Saat saya bermain dengan jersey ini, saya harus memberikan yang terbaik. "

Pemain berusia 26 tahun telah dipanggil ke Italia meskipun dia bukan starter reguler di Chelsea. Keputusan Roberto Mancini untuk tetap memanggilnya ke timnas membuat eks bek Roma itu merasa lebih dihargai bersama. Gli Azzurri.

“Ketika saya tiba di sini, pikiran saya berubah. Saya merasa penting dan menjadi bagian dari tim. Di Chelsea banyak hal tidak berjalan seperti yang saya inginkan di sebagian besar musim (hanya dua pertandingan Piala Liga yang dimainkan). Tapi saya harus tetap bekerja. "

Meski kurang lebih beruntung dengan 16 tembakan yang gagal membuahkan gol, Italia juga beruntung bisa menggagalkan peluang mencetak gol Robert Lewandowski berkat tekel brilian dari Emerson Pamieri di babak pertama.

"Kami adalah pemain bertahan, saat kami menghadapi pemain di level ini, peluangnya hampir menghasilkan gol. Saya juga senang menjadi bagian dari pertahanan, sangat penting untuk menghentikan seseorang seperti Robert Lewandowski dari mencetak gol. Kami tidak kebobolan gol dan kami harus bersyukur untuk itu. "

Sumber: Sindiran Chelsea, Emerson Palmieri merasa lebih dihargai di timnas Italia
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Gelandang Milik PSG Ungkap Satu Hal Spesial yang Dia Harap Bisa Diberikan Timnas Italia

Gelandang Milik PSG Ungkap Satu Hal Spesial yang Dia Harap Bisa Diberikan Timnas Italia

Gila Bola – Gelandang tim nasional, Italia yang bermain untuk PSG, Marco Verratti mengatakan ada satu hal spesial yang dia harapkan dari dia dan rekan-rekannya di Gli Azzurri adalah memberikan senyuman bagi pada penggemar.

Performa dari Italia semenjak diasuh oleh Roberto Mancini memang menjalani peningkatan yang cukup pesat, tidak hanya dari segi hasil namun juga permainan di lapangan. Kondisi yang tentunya membuat banyak optimisme yang timbul tidak hanya dari pemain serta pelatih, tetapi juga para penggemar sepak bola dari negara tersebut menjelang kejuaraan Eropa tahun depan.

Karena itulah kini mulai muncul harapan dan ekspekatsi bahwa skuad asuhan Mancini harus bisa mempertahankan performa dan tampil apik saat Euro nanti berlangsung. Meskipun tentunya bukan hal yang mudah, tetapi bagi salah satu gelandang andalan Italia, Marco Verratti, memang sudah menjadi kewajiban saat ini bagi para pemain untuk bisa terus membantu agar para fans tetap tersenyum.

Berbicara kepada media dalam jumpa persnya yang dikutip Football Italia, menurut Verratti dalam situasi yang masih tidak menentu dan sulit seperti sekarang, memang sepak bola tetap bisa menjadi hal yang penting bagi para fans. Menyadari bahwa situasi yang dijalani para pemain mungkin sedikit lebih beruntung, maka itu sang perlu bagi skuad Gli Azzurri untuk terus membuat para penggemar tersenyum, terutama bagi yang belum bisa ke stadion.

Berita Bola Terbaru:
Man United Masih Ingin Datangkan Mesin Gol Mirip Robot Ini!
Aksi Bayar Gaji Maskot Arsenal Cuma Pencitraan, Mesut Ozil Tetap Dibekukan
Peran Besar Herrera Bantu Manchester United Dapatkan Edinson Cavani
Ronaldo Bakal Pecahkan Rekor Liga Champions, Tapi Seedorf Tetap Yang Pertamax!

Memang dalam situasi yang masih kurang menyenangkan saat ini, pertandinga sepak bola sudah mampu menjadi salah satu sumber hiburan yang setidaknya memberikan rasa positif dan mengalihkan masyarakat dari pikiriran negatif. Terlebih para penggemar sepak bola di Italia yang memang terkenal sangat loyal dan fanatik termasuk terhadap tim asional mereka.

Selain membahas mengenai keinginannya untuk terus menghibur para ppenggemar dari timnas Italia, Verratti juga menyampaikan kepuasannya akan performa dari beberapa rekan-rekannya saat Gli Azzurri mengalahkan Moldova di partai persahabatan. Dalam partai yang dimenangkan skuad Roberto Mancini 6-0, penampilan istimewa dari Manuel Locatelli menjadi perhatian sendiri bagi gelandang andalan PSG tersebut

Sumber: Gelandang Milik PSG Ungkap Satu Hal Spesial yang Dia Harap Bisa Diberikan Timnas Italia
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola